Kalau semisalkan kita suka/kagum sama seseorang hal tersebut mendorong kita untuk mikirin orang itu dari bangun tidur sampai tidur lagi dan hal tersebut dampaknya berat ke kita sendiri jadi enggak fokus, dan terbutakan oleh cinta. Yang mendorong seperti ingin hubungan lebih dekat di luar ikatan pernikahan, seperti chatan, atau hal lain yang sifatnya mesum. Dan yang membuat orang itu keluar dari apa yang diajarkan syara'.
Memang boleh sih, berdoa kalau "semoga dia menjadi suamiku atau dia jodohku", walaupun orang tersebut memang baik, tapi hal tersebut begitu sempit, kayak makan diatas daun kelor yang kecil, padahal ada daun pisang atau daun talas yang lebih besar. Tapi apa yang menurut kita baik belum tentu menurut Allah hal tersebut baik untuk kita.
Dan doa kayak gitu kesannya, aneh dan maksa. Jadinya kita bisa berdoa seperti ini :
"Ya Allah hamba mencintainya, jika ia memang jodohku maka dekatkanlah, mudahkanlah semuanya, tetapi jika dia bukan jodohku gantilah dengan seseorang yang lebih baik lagi, misalkan saya dan orang yang saya cintai harus berpisah maka pisahkanlah kami dengan perpisahan yang indah". Karena semua perpisahan itu menyakitkan, untuk itu harus diberi kata " Indah.
0 komentar:
Posting Komentar